Showing posts with label manusia. Show all posts
Showing posts with label manusia. Show all posts

Thursday, 19 July 2012

#26

Day #13

*HideousMonologue*


" i try to be strong, but nothing "

S.E.T.E.R.O.N.G
perhaps u need someone , 
like i do need someone   
to make me strong   
tho , 
that someone never   
need me at all   

Wednesday, 18 July 2012

#24

Day #12

*HideousMonologue*


P.E.N.D.A.M


rasanya sakit yang amat
ditahan makin pedih memilu jadinya
lebih dasyat dari ditiggalkan
lebih parah dari dilukai
dalamnya tertanam membuatkan kesukaran bertambah
memendam umpama menanam duri
meluah umpama aku membunuh diri
kata pujangga
"biarkan yang tertanam menjadi bangkai
dan mereput bersama isi tanah yang lain"
3tahun berlalu, aku menanti ia mereput
masih menanti terus menanti
di pertambahan angka hidup ini
aku masih menanti ia mereput
dan melangkah layu
cuba melepaskan
aku cuba.


Tuesday, 17 July 2012

#21



*HideousMonologue*


M.A.N.U.S.I.A.B.E.R.K.O.S.A.K.A.T.A

banyak manusia yang sangat pintar berkata kata . 
pintar memberi pandangan , bijak mengulas . 
pendek kata bijaksana dalam semua perkara melibatkan kata kata terutamanya kritikan. 
tapi tak semestinya mereka yang kaya kosakata ini pernah mencuba apa yang mereka perkatakan, ya , memang berkata lebih mudah dari melakukan . 
aku akui aku juga dalam kelompok manusia yang hanya kaya kosakata tapi jahanam dalam melaksana. 
itu perkara yang paling manusia tak mahu mangaku mereka juga semuanya sama.
 mungkin alasan untuk menyedapkan hati orang atau sekadar menasihati boleh menjadi jambatan kukuh untuk terus menjual kosakata kita.
tapi siapa kita sebenarnya kita untuk melemparkan hujah hujah yang kadangnya memang langsung tak relevan.
kita mengamati dari mata kasar , dari luar lingkaran kejadian. bagaimana pula dengan mereka yang menangggung ? 
memang takdir itu tertulis , memang manusia juga boleh mengubah takdir mereka sendiri . 
tapi pernah tak kita timbang imbal perkara perkara yang sentiasa menjadi geseran untuk perubahan itu semua?
 jadi kalau masih belum cukup merenung , mengkaji dan mengamati seeloknya baiklah kita kekal diam . berkata hanya bila perlu , lebihkan mendengar .
 mulut pun tak penat , tekak pun tak kering , tak gitu ?